Yang berulang tahun hari ini HERI(COURIER MOTOR), HARDIAZ WIBAWA SAID(AREA DIVISION HEAD), SANJANI(SORTER), 
20 September 2007
"Ganja Timbulkan Gangguan Mental"
ABE

Penelitian Buktikan Ganja Timbulkan Gangguan Mental


Paris
(ANTARA News) - Suatu penelitian tentang ganja dan kesehatan jiwa
menyebutkan bahwa penggunaan narkoba meningkatkan risiko timbulnya
sakit jiwa hingga lebih dari 40 persen.


Para dokter, sebagaimana dimuat "The Lancet" edisi Sabtu, minta
pihak-pihak yang berwenang untuk masalah kesehatan, mengingatkan kaum
muda tentang risiko ganja terhadap pikiran.

Kesimpulan tersebut berdasarkan tinjauan terhadap 35 penelitian yang
meneliti frekwensi sizofrenia, khayalan, halusinasi, kekacauan pikiran
dan sakit kejiwaan lainnya yang dialami para pemakai ganja.

Pengguna ganja ternyata 41 persen lebih mungkin mengalami hal-hal tersebut dibanding mereka yang tidak pernah merokok.

Risikonya relatif bertambah seiring banyaknya pemakaian.



Pemakai yang sangat sering menghisap ganja dua kali lebih besar
kemungkinannya mengalami gejala itu dibanding yang bukan pemakai.

Studi itu juga mengamati risiko depresi, kegelisahan dan kondisi
emosional lainnya, namun belum ada bukti yang pasti untuk mengaitkannya
dengan ganja.



Para penulis laporan itu mengatakan bahwa mereka telah berusaha sebaik
mungkin namun tetap ada kemungkinan bahwa penelitian itu terpengaruh
"faktor-faktor pengacau" yang sudah biasa ada dalam penelitian tentang
pengaruh ganja.



Namun, laporan tersebut mengemukakan bahwa sekarang telah ada bukti
yang pasti untuk memperingatkan kaum muda bahwa narkoba dapat
menyebabkan sakit jiwa.



"Para pembuat kebijakan harus memberikan peringatan terhadap masyarakat tentang bahaya ganja," katanya.



"Kami yakin bahwa sekarang ada cukup bukti untuk mengumumkan kepada
masyarakat bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan risiko timbulnya
penyakit jiwa di kemudian hari."



Di Inggris, 40 persen orang dewasa muda dan remaja pernah memakai
ganja. Jika dihitung-hirung, sekitar 14 persen kasus kejiwaan kaum muda
di Inggris dapat dihindari jika tidak ada pemakaian ganja.



Penelitian itu dipimpin Theresa Moore dari University of Bristol, dan Stanley Zammit dari Cardiff University.



Mereka tidak memasukkan penelitian terhadap orang yang kecanduan atau
yang punya catatan masalah kejiwaan, selain mengabaikan pasien yang
mendapat ganja saat pengobatan medis serta tidak memasukkan narapidana
sebagai sampel.



Masalah besar bagi penelitian tersebut adalah ganja merupakan barang
terlarang sehingga kekuatan dan dosisnya bermacam-macam, berbeda dengan
tembakau yang merupakan barang resmi, demikian AFP.(*)
PREVIOUS << >> NEXT
Berita lain

Kontroversi Pohon Ganja 19/September/2007 17:15:31 Kontroversi Pohon Ganja
PREVIOUS | NEXT
online status MasterWeb online status Admin
 
Copyright © 2007 PT. Trimuda Nuansa Citra
Wisma Intra Asia Jl. Prof. Dr. Soepomo SH. No.58 Jakarta 12870